PanduanMu

Istri yang Bersetubuh di Samping Suami yang Tidur, Akhirnya Tewas

             Ilustrasi. (dok polisi)

Ketika terbangun dari tidurnya, AP pun syok ketika melihat istrinya sedang berhubungan badan dengan pria lain tepat di sampingnya.


SU, istri yang dibacok oleh suaminya sendiri AP, karena tepergok bersetubuh dengan lelaki lain di sampingnya di SumbawaNusa Tenggara Barat, akhirnya tewas.
Seperti diberitakan Makasar Terkini—jaringan Suara.com, Senin (13/1/2020), SU mengalami luka parah dan sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.
Oleh puskesmas, SU dirujuk untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa. Namun, tim dokter tidak mampu menolongnya.
Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Faisal Afrihadi mengatakan, lelaki selingkuhan SU kekinian selamat.
"Ketika suami sahnya mengamuk, hanya SU yang jadi sasaran pembacokan. Sementara selingkuhannya, CA, berhasil kabur dan mengamankan diri di kantor polisi, dia takut diserang," kata Faisal.
Sebelumnya diberitakan, AP nekat membacok istrinya, SU lantaran main serong dengan laki-laki lain. Sang istri berhubungan badan dengan selingkuhannya di dekat sang suami yang tidur.
Peristiwa itu terjadi di rumah mereka di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/1/2020) dini hari.
Kasat Reskrim Porles Sumbawa Iptu Faesal Afrihadi menyampaikan, saat itu pelaku bersama korban tengah tertidur di kamar mereka.
Ketika terbangun dari tidurnya, AP pun syok ketika melihat istrinya sedang berhubungan badan dengan pria lain tepat di sampingnya.
Saking geramnya, AP langsung membacok istrinya dengan menggunakan sebilah parang, sementara selingkuhan istrinya berhasil melarikan diri.
"Pembacoknya adalah suaminya sendiri berinisial AP karena istrinya SU sedang berhubungan badan dengan pria lain tepat di sampingnya,” kata Faesal.
Buntut dari aksi main serong itu, SU mengalami luka-luka serius akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan suaminya.
"Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka cukup serius," katanya.

Fakta Baru Pernikahan Vanessa Angel, Tanggal Akad hingga Cincin Berlian


Pada 15 Desember 2019, artis Vanessa Angel melangsungkan pernikahan secara diam-diam dengan seorang pria di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat.
Dalam pernikahan tersebut, Vanessa merahasiakan identitas suaminya tersebut.

Sementara, sang ayah, Doddy Sudrajat yang dimintai tanggapan soal pernikahan Vanessa Angel tak tahu apa-apa soal hari bahagia anaknya itu.
Doddy mengaku tahu perihal kabar pernikahan Vanessa justru dari sosial media dan pesan yang masuk mempertanyakan kabar tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa Vanessa tidak meminta izin padanya untuk menikah.

Ternyata, tak lain dan tak bukan adalah Bibi Ardiansyah.
Bibi Ardiansyah sebelumnya pernah menjadi kekasih Vanessa saat dirinya tersandung kasus prostisusi online pada awal 2019.
Kompas.com mendapatkan fakta terbaru terkait pernikahan mereka:

1. Ijab kabul
Beredar foto artis Vanessa Angel melakukan sungkeman dengan Doddy Sudrajat.

Belakangan, Doddy mengaku akhirnya telah merestui putrinya untuk menikah dengan  Bibi Ardiansyah
Dalam foto momen sungkeman yang tersebar di media sosial Instagram tersebut, suasana tampak hikmat.

Baik Vanessa maupun Bibi Ardiansyah tampak bersimpuh di kaki kedua orangtua.
Vanessa mengenakan kebaya putih, sementara Bibi mengenakan setelan jas berwarna cokelat.
Terkait foto tersebut, ayah Vanessa membenarkannya.
"Iya benar SDH (sudah) ijab kabul, alhamdulillah," ujar Doddy kepada Kompas.com, Sabtu (11/1/2020).

Namun, Dody tak merespons lebih lanjut ihwal lokasi dan kapan prosesi sungkeman tersebut dilakukan.
Dalam foto yang tersebar itu juga tampak salah satu halaman buku nikah Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.

2. Mahar pernikahan 
Pada hari bahagia tersebut, akad nikah disaksikan orangtua Vanessa dan Bibi.

Menurut Dody, dalam prosesi akad tersebut, putrinya dipinang dengan mahar berupa cincin berlian.

"(Maharnya) cincin berlian 1,2 gram," ujar Dody.
Dody mengatakan, Vanessa dan Bibi bakal menggelar resepsi dalam beberapa waktu ke depan.
Hanya saja dirinya belum mengetahui pasti detailnya.
"Ada (resepsi) insya Allah. Cuma terserah Vanessa, saya enggak tahu, cuma pasti ada," ujar Dody.

3. Bakal gelar resepsi di Bali
Vanessa Angel dan suaminya  Bibi Ardiansyah berencana menggelar resepsi pernikahan di Bali.
Hal ini disampaikan oleh kerabat yang juga pernah menjadi kuasa hukum Vanessa, Milano Lubis.
Milano pernah mendampingi Vanessa ketika terjerat kasus dugaan prostitusi online.
"Rencananya di luar kota (resepsi), enggak di Jakarta. Ya Kemungkinan bisa (di Bali)," ucap Milano saat dihubungi awak media, Sabtu (11/1/2020).

4. Sudah menikah resmi
Milano menjelaskan, Vanessa Sabtu (11/1/2020) pagi baru saja menggelar akad nikah secara resmi dengan Bibi.
Pernikahannya telah tercatat di Kantor Urusan Agama atau KUA.
Akad nikah berlangsung di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, dan dihadiri kedua orangtua mempelai.
"Sudah terdaftar, sudah sah, sudah resmi," ujar Milano.

Ahli Forensik Angkat Bicara soal Lebam di Tubuh Lina Zubaedah, Singgung Luka akibat Kekerasan Fisik

Makam Lina di TPU Sikelimus Utara 1 Kota Bandung - Mendiang Lina Zubaedah. - Kolase/Tribun Jabar/Fasko Dehotman/Instagram/@putridelinaa

Ahli forensik dr Mira Wiryaningsih angkat bicara tekait dugaan kekerasan yang diduga dialami  mantan istri Sule, yakni Lina Zubaedah sebelum meninggal dunia.
Jenazah ibunda Rizky Febian itu sudah diautopsi oleh Tim Forensik Polda Jawa Barat, pada Kamis (9/1/2020).
Proses autopsi dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri pihak keluarga, tak terkecuali Rizky Febian dan suami Lina Zubaedah, yakni Teddy Pardiyana.
Autopsi yang dilakukan tim forensik merupakan tindak lanjut atas laporan Rizky Febian terkait kejanggalan meninggalnya Lina Zubaedah.
Laporan tersebut berawal dari Rizky Febian yang sebelumnya mengetahui lebam yang ada di tubuh Lina Zubaedah.
Melalui kanal YouTube Talk Show tvOne, pada Jumat (10/1/2020), dr Mira memberikan tanggapan terkait adanya kejanggalan meninggalnya ibunda Rizky Febian.
Menurut dr Mira, timbulnya lebam di tubuh Lina Zubaedah bisa didasari dari beberapa dua faktor, yakni karena lebam mayat dan karena kekerasan.
Faktor yang pertama lantaran gaya gravitasi yang membuat darah berada di posisi terendah.
Artinya timbulnya lebam akan tampak sesuai keadaan posisi tubuh saat Lina Zubaedah meninggal dunia.
"Kalau misalnya meninggalnya terlentang berarti pada punggung, seperti itu," ucap dr Mira.
"Kalau misalnya meninggalnya terlungkup kemungkinan pada bagian depan tubuh," imbuhnya.
Sedangkan menanggapi lokasi lebam Lina Zubaedah yang dinilai tidak wajar, dr Mira juga menjelaskannya.
Dr Mira mengatakan bahwa untuk mengetahui kepastian penyebab lebam tersebut dirinya harus melihat secara langsung.
Mengingat bahwa jenazah Lina Zubaedah sudah dilakukan autopsi, nantinya tim forensik akan mengetahui hasilnya.
Dengan melalui beberapa proses yang benar, tim forensik bisa mengetahui penyebab lebam di tubuh Lina Zubaedah.
"Nah untuk masalah wajar tidak wajar, sebenarnya kita harus melihat langsung bagaimana pola lukanya," ucap dr Mira.
"Nah dari autopsi itu kita bisa menentukan, dengan pengambilan sample yang tepat kita bisa menetukan," imbuhnya.
"Apakah betul ini hanya lebam mayat, atau memang lebam yang memar akibat suatu kekerasan," ucap dr Mira.
Selain itu dr Mira juga mengungkapkan kemungkinan lokasi lebam Lina Zubaedah jika benar penyebab kematiannya karena penyakit jantung.
Dr Mira menjelaskan bahwa lebam yang muncul karena penyakit jantung tetap tergantung banyaknya darah berada.
"Logikanya seperti ini, ketika orang meninggal karena penyakit jantung," ucap dr Mira.
"Jantung itu akan berhenti secara tiba-tiba, otomatis ada perbendungan," imbuhnya.
"Misalnya jantung itu disini dia behenti mendadak, akan menjadi lebih gelap pada leher dan kepala," tambahnya.
"Sehingga wajah akan tampak lebih gelap, seperti kebiruan," tandasnya.
Rizky Febian Laporkan Lebam di Leher dan Tubuh Lina
Sebelumnya Sule membeberkan bahwa melihat adanya kejanggalan atas kematian Lina.
Sule mengungkapkan bahwa bagian tubuh Lina mengalami biru-biru setelah pingsan.
Mengetahui hal itu anak pertama Lina, penyanyi Rizky Febian tidak tinggal diam.
Rizky Febian diketahui telah melaporkan kasus kematian sang ibu kandung Lina ke Polrestabes Bandung.
Kabar tersebut juga telah dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga via ponsel.
"Iya, putranya atas nama Rizky Febian melaporkan itu ke Polrestabes Bandung pada Senin (6/1/2020)," ujar Saptono Erlangga pada Selasa (7/1/2020).
"Laporannya sudah diterima oleh Polrestabes Bandung dan ditindaklanjuti," sambungnya.
Selain itu, diketahui pula bahwa Lina sempat divisum luar saat berada di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Dilakukannya visum luar terhadap jenzah Lina adalah atas saran dokter rumah sakit.
"Laporannya terkait kejanggalan dalam kematiannya. Seperti ada lebam di leher dan tubuhnya. Jadi belum ada pihak yang dilaporkan," kata Saptono Erlangga.
Laporan yang dibuat oleh anak Lina itu diketahui juga belum disertai hasil visum luar Lina.
"Belum ada. Yang pasti nanti laporannya ditindak lanjuti," ucap Saptono Erlangga.

Cerita Rohimah Tidur di Atas Ular yang Terjebak di Dalam Kasur


Rasa takut masih menyelimuti Rohimah (60) jika mengingat penangkapan seekor ular sanca di rumahnya di kawasan Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (9/1/2020) malam.
Sebelum tertangkap, ular sepanjang sekitar 3,5 meter tersebut diperkirakan terjebak di dalam tempat tidurnya selama berhari-hari.
Rohimah bercerita, dia seperti mendengar suara ular tengah memakan tikus beberapa hari lalu.
"Saya denger kaya ada ular makan tikus tiga hari lalu itu. Tidak mengira kalau ada ular di dalam kasur," ucap Rohimah saat ditemui di rumahnya, Jumat (10/1/2020).

Meski telah mendengar suara itu, Rohimah menghiraukannya.
"Iya masih biasa saja. Masih tidur di situ. Nggak taunya pas kemarin ketangkep baru sadar selama ini tidur ada ularnya di bawah," katanya.

dokumentasi pribadi
jenis sanca dengan panjang sekitar 3,5 meter ditangkap warga yang bermukim di Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (9/1/2020) malam. Ular tersebut ditangkap setelah beberapa hari bersarang didalam kasur.
Keberadaan ular tersebut diketahui saat anak perempuan Rohimah sedang menyapu kamar dan melihat sisi kasur yang tidak merata.
Kasur tersebut sempat diperiksa dengan ditekan. Namun, untuk lebih memastikan, kasur tersebut disobek.
Mereka terkejut melihat ular terjebak di dalam kasur.

Rohimah mengira, ular tersebut masuk melalui lubang kecil yang ada di pojok kanan kasur tersebut.
"Saya kira sih ular itu masuk dari lubang kecil. Emang ada itu di kasur lubang kecil. Mungkin cari tikus atau apa malah jadi nggak bisa keluar karena kan banyak per di dalam kasur," katanya.

Setelah menemukan ular di rumahnya, kini Rohimah menumpang tidur di rumah anak laki-laki bersama kedua cucunya.
"Saya tidur di samping rumah anak sama cucu. Untuk kasur kan emang dua saya tumpuk, satunya yang ada ular yang satu lagi saya dirikan nggak saya tidurin karena takut," tutupnya.
Sebelumnya, butuh waktu sampai 3 jam untuk menangkap ular sanca itu. Kendalanya, ular terjebak di dalam per kasur.
"Kendalanya ini kan ular panjang dan cukup besar dan di dalam kasur ada per itu yang menyulitkan. Ada tiga jam ditangkap sampai jam 12 malam," kata anak dari Rohimah, Teguh

Menurut Teguh, kesulitan dalam proses penangkapan ular membuatnya harus menggunakan peralatan khusus seperti tang.
Proses penangkapan ular tersebut menjadi perhatian warga setempat. Warga pun akhirnya ikut membantu Teguh menangkap ular itu.
Mereka membantu merobek kasur berukuran 160x200 sentimeter yang biasa ditidurinya

BREAKING NEWS Pilot Batik Air Pingsan Dalam Penerbangan Jakarta Kupang

  1. BREAKING NEWS Pilot Batik Air Pingsan Dalam Penerbangan Jakarta Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pilot maskapai penerbangan Batik Air pingsan dalam penerbangan Jakarta Kupang.
Meski demikian, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional El Tari Kupang, sekitar pukul 15.00 Wita.
Informasi dari salah satu penumpang ke wartawan menyebutkan, penerbangan dari Jakarta berlangsung lancar, para penumpang tidak mengetahui sesuatu yang terjadi di cokpit. 
Hingga saat mendarat di Bandara El Tari baru diketahui bahwa sang Kapten Pilot pingsan dalam penerbangan tersebut.
Sesaat setelah pesawat parkir, para kru darat dan petugas medis langsung mengevakuasi sang pilot dengan cara ditandu ditandu dari kopit untuk dilarikan ke rumah sakit
Hingga berita ini diturunkan, wartawan Pos Kupang masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak maskapai.
GM Lion Air Bantah Pilot Batik Air Pingsan Karena Sakit Jantung,Hanya Pusing Berat,Ini Penjelasannya
General Manager Lion Air Kupang Rinus Zebua membantah Pilot berinisial DH yang menerbangkan pesawat Batik ID6548 Jakarta - Kupang pingsan kerena sakit jantung.
Hal itu dikatakan Rinus kepada POS-KUPANG.COM usai memantau kru pesawat dan penumpang di Bandara El Tari Kupang pasca evakuasi pilot tersebut, Minggu (17/11/2019).
Rinus katakan, si pilot mengalami gangguan kesehatan tapi masih dalam keadaan sadar, tidak pingsan.
"Dia dalam keadaan sadar sejak dalam penerbangan, ketika mendarat di Kupang , juga hingga tiba di RS, dan sampai saat ini, pilot tetap dalam keadaan sadar," tegas Rinus.
Rinus jelaskan, informasi bahwa pilot Batik Air mengalami gangguan kesehatan diterima pihaknya saat pesawat tersebut mendarat di Bandara El Tari Kupang.
"Kami terima laporan bahwa pilotnya sakit atau alami gangguan kesehatan. Sampai saat ini kita belum mengetahui secara pasti pilot mengalami gangguan kesehatan apa, makanya dia dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, yakni di Siloam," kata Rinus.
Menurutnya, ia sudah mengecek langsung kondisi kru dan pesawat tersebut di Bandara El Tari Kupang. Selain itu para penumpang dari Jakarta-Kupang juga dalam kondisi baik-baik saja.
Dikatakannya, saat ini pihaknya akan mendatangkan pesawat tanpa muatan dari Surabaya untuk mengangkut penumpang dari Kupang ke Jakarta.
Rinus katakan, benar si pilot mengalami sakit atau gangguan kesehatan namun masih dalam kondisi sadar, tidak pingsan.
"Saat ini pihak Rumah Sakit Siloam masih melakukan pemeriksaan, nanti baru diketahui hasilnya seperti apa," ujarnya.
Posisi pesawat Batik Air yang melintang di ujung landasan pacu Bandara El Tari Kupang yang diabadikan penumpang (ist)
Sementara itu, Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, layanan penerbangan bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, operasionalnya sudah dijalankan sesuai prosedur (SOP).
"Penerbangan ID-6548 sudah dipersiapkan dengan baik. Batik Air membawa tujuh kru dan 148 tamu. Sebelum diberangkatkan, pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF sudah melalui pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru menjalani pemeriksaan kesehatan, dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," katanya.
Dikatakannya, Batik Air mengudara 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari pukul 12.40 WITA.
Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas.
Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot mendapatkan pertolongan pertama.
Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual.
Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) sudah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat mendarat di Bandar Udara El Tari pada 12.46 WITA.
Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.
"Batik Air menyampaikan terima kasih kepada kru pesawat dan seluruh pihak yang sudah membantu penanganan penerbangan ID-6548," jelasnya.
Menurutnya Batik Air sudah menerbangkan pesawat pengganti dari Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) ke Kupang.
Lanjutnya Batik Air meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Batik Air yang lain tidak terganggu.*
* Instruktur Pingsan Saat Latihan, Siswa Pilot di Australia Ini Dipandu Petugas ATC Daratkan Pesawat

TRIBUNPALU.COM - Seorang siswa pilot di Australia harus menghadapi momen-momen mendebarkan saat menjalani latihan terbang.
Ia harus mengendalikan pesawat latihan dan mendaratkannya sendiri di Jandakot, Perth bagian selatan, Australia.
Sebab, instruktur yang mendampinginya pingsan.
Trainee pilot tersebut bernama Max Sylvester.
Dikutip TribunPalu.com dari laman 9news.com.au dan Daily Mail, saat itu Max baru tiga kali menjalani latihan terbang dan pertama kali menerbangkan tipe pesawat ini.
Max Sylvester baru memiliki dua jam terbang ketika sang instruktur, Robert Mollard pingsan saat sesi latihan.
Max juga belum pernah menerbangkan pesawat sendirian tanpa pelatih.
Untungnya, Max mendapat panduan dari petugas Air Traffic Control (ATC) Jandakot Airport saat menerbangkan dan mendaratkan pesawat latihannya.
Awalnya, saat sang instruktur mulai kehilangan kesadaran, Max berusaha untuk membangunkannya.
Saat itu, Max baru berlatih selama 50 menit dan sang instruktur mulai lemas dan terkulai ke pundak Max.
"Ia terkulai di pundak saya, saya mencoba untuk menegakkan badannya tapi ia terus merosot," kata Max menjelaskan kondisi sang instruktur saat pingsan.
Ketika usahanya tak berhasil, Max membuat panggilan darurat kepada pihak ATC.
Pesawat yang dipiloti Max Sylvester berhasil mendarat dengan selamat di Jandakot Airport, Perth, Australia pada Sabtu (31/8/2019) lalu. Instruktur yang mendampingi Max saat itu pingsan. (9news.com.au)
Dalam rekaman, terungkap bahwa petugas ATC berbicara dengan Max dan memberikan panduan, tahap demi tahap, sampai Max dapat mendarat dengan selamat di Jandakot Airport pada Sabtu (31/8/2019) pukul 6 sore waktu setempat.
"Perhatikan kecepatanmu saja dan jangan sampai melebihi bagian merah, jagalah keseimbangan sayap dan hidung pesawat tetap dalam posisi yang pas dan sejajar dengan cakrawala," kata petugas ATC.
"Oke, mengerti," jawab Max.
Petugas ATC mengarahkan Max untuk mengitari bandara terlebih dahulu supaya Max mengenali landasan pacunya.
Ketika mulai mendarat, petugas ATC menginstruksikan Max untuk melakukan pergerakan pelan sehingga ia dapat mendarat dengan selamat.
Hebatnya lagi, petugas ATC juga cukup sabar dan selalu memberikan kata-kata motivasi saat memberikan panduan kepada Max.
"Turunkan hidung pesawat lagi, lagi... Matikan mesin. Naikkan hidung dengan pelan-pelan. Tahan. Tahan. Tahan di sana. Sempurna!" kata petugas ATC.
"Pelan-pelan mulailah mengerem sekarang. Dan kamu sudah turun di tanah. Kamu berhasil melakukannya dengan baik, Sobat!" sang petugas ATC juga memberikan dukungan.
Istri dan tiga anak Max Sylvester dengan cemas menonton Max mendaratkan pesawat ringan tersebut.
Max juga berterimakasih kepada petugas ATC karena telah membantunya dalam momen-momen mendebarkan ini.
"Saya ingin bertemu dengannya (petugas ATC, red.) dan minum kopi bareng, atau mungkin melakukan hal yang lain, tentunya," kata Max kepada wartawan, Senin (2/9/2019).
Dirinya juga mengungkapkan bahwa proses belajarnya sangat berpengaruh pada proses pendaratannya ini.
Max mengatakan kemungkinan ia tidak akan selamat apabila tidak belajar.
Sementara itu, sang instruktur Robert Mollard dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang serius namun stabil.
Kemungkinan besar, Robert mengalami seizure (epilepsi).
Di sisi lain, Max Sylvester tidak mengalami cedera apa pun.
Simak video Max Sylvester dipandu petugas ATC untuk mendaratkan pesawat saat sang instruktur pingsan: 
(TribunPalu.com/Rizki A.)
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama





Pertarungan Kobra Menewaskan Piton, Tubuh Ular Piton Ditelan Habis Oleh Raja Kobra

Seekor raja kobra membunuh seekor ular piton dengan satu patukan maut dan kemudian menelannya. - Daily Mail

SEBUAH patukan raja kobra yang sangat berbisa adalah dengan cepat membuat seekor ular piton kelojotan.
Dalam waktu tidak lama kemudian, ular piton itu kehilangan nyawanya.
Selanjutnya, raja kobra yang memenangkan duel sampai mati itu menunjukkan sifat aslinya sebagai ular pemangsa yang ganas.
Dengan mulutnya yang lentur, dia kemudian memasukkan tubuh ular piton itu, sedikit demi sedikit.
Sebagaimana dikutip Warta Kota dari Daily Mail, Jumat (15/11/2019), pertempuran tersebut memang sangat nyata dialami kaum ular di alam yang ganas.
Kisah ini adalah seekor ular bertarung melawan ular:
Seekor ular kobra sangat berbisa menelan seluruh piton, sebelum penduduk setempat mendapati klub pertempuran itu mati di Filipina.
Warga Kibalawan yang ketakutan, Filipina, bereaksi dengan memukuli raja kobra sampai mati.
Seekor raja kobra membunuh seekor ular piton dengan satu patukan maut dan kemudian menelannya. (Daily Mail)
Seekor raja kobra Filipina yang sangat berbisa dan membunuh ular sanca hanya dengan satu gigitan.
Ular piton itu sedang dicerna di perut ular kobra, ketika penduduk desa membukanya.
Laporan ini ditulis oleh Ryan Fahey untuk Mail Online
Ini adalah saat perut berliku raja kobra yang panjang ditemukan, setelah dia menelan seluruh tubuh ular piton.
Penduduk yang ketakutan melihat ular kobra Filipina yang sangat berbisa di sawah di Davao del Sur di selatan negara itu pada Rabu sore.
Raja kora Itu telah membunuh piton dan menelannya utuh, dengan hanya menyisakan ekor ular tersebut tergantung di rahangnya.
Seekor raja kobra membunuh seekor ular piton dengan satu patukan maut dan kemudian menelannya. (Daily Mail)
Gambar yang diambil menunjukkan akibat ular kobra Filipina yang mencoba memakan ular sanca batik.
Seekor ular kobra membunuh ular lain sebelum menelannya utuh, membiarkan ekornya tergantung dari rahangnya,
Rahang kobra yang menelan piton dapat terlihat korbannya dicengkeram dengan kuat.
Di Kibalawan, di mana ini terjadi, sejumlah serangan ular, baru-baru ini, telah menewaskan penduduk setempat.
Penduduk setempat yang panik, yang telah melihat bahwa beberapa orang menyerah pada gigitan ular kobra, dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka langsung bertindak untuk memukuli sang ular pemangsa itu dengan sebuah tongkat sampai ular itu mati.
Mereka kemudian memotong kobra yang mati itu menemukan seekor ular piton sedang dicerna di dalam perutnya.
Seorang penduduk desa berkata:
"Ada banyak ular di daerah kami, tetapi ini adalah pertama kalinya kami melihat seekor kobra memakan ular sanca."
"Kami menyaksikan bisa ular kobra telah membuat orang mati karena gigitan ular kobra sebelumnya, sehingga tetangga saya langsung membunuh ular itu, begitu dia melihatnya."
Alih-alih mengambil risiko karena khawatir pada serangan ular lain, penduduk desa memukuli raja kobra sampai mati
Insiden itu diketahui terjadi di sebuah desa terpencil di dekat kota Kibalawan di pulau Mindanao di selatan Filipina.
Setelah kobra terbunuh, warga menggunakan parang untuk membuka tubuhnya.
Mereka memperkirakan bahwa raja kobra itu panjangnya sekitar 12 kaki.
Sedangkan ular sanca yang ditelannya itu lebih kecil, berukuran antara 6 kaki dan 8 kaki.
Insiden itu dilaporkan kepada pejabat desa setempat yang memperingatkan warga agar berhati-hati terhadap ular di ladang.
Sementara itu, beredar sebuah video yang menunjukkan cara kepolisian Papua untuk mendapatkan pengakuan dari tersangka menjadi percakapan hangat bahkan jadi perhatian masyarakat dunia.
Polisi disebutkan punya alasan untuk melakukan tindakan penyiksaan psikis paling mengerikan itu dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan dari tersangka kriminalitas.
Namun, interogasi dengan menggunakan ular itu memang belum terpikirkan bisa dilakukan sedemikian rupa hanya demi mendapatkan pengakuan dari tersangka.
Juru bicara Polda Papua, Ahmad Mustofa Kamal sebagaimana video yang diunggah Al Jazeera English, Polda Papua memang sudah meminta maaf atas tindakan berlebihan itu.
"Kami mohon maaf atas tindakan itu," katanya.
Namun, Ahmad Mustofa Kamal memberikan alasan di balik tindakan yang sangat mengerikan itu.
"Harap diketahui, ular itu memang digunakan untuk mendapatkan pengakuan karena memang pelaku tidak mau mengakui perbuatannya," katanya.
Namun, sebenarnya polisi hanya menakut-nakuti korban bukan serius ingin melukainya.
"Ular itu tidak berbisa," kata Ahmad Mustofa Kamal.
Meski demikian, tindakan untuk meneror korban yang merupakan pelaku kejahatan itu memang sangat menakutkan bahkan kalau yang diinterogasi itu mempunyai sakit dalam atau sakit jantung bisa saja tewas karena tindakan tersebut.
Meski upaya yang dilakukan petugas adalah untuk menumpas kejahatan, tapi upaya yang berlebihan tidak dapat dibenarkan.
Interogasi dengan seekor ular meski tidak berbisa jelas merupakan tindakan yang bisa membuat seseorang yang takut ular meski ketika melakukan kejahatan itu sangat kejam, tapi tidak bisa dibenarkan.
Tersangka yang diinterogasi itu diketahui merupakan seorang pencuri telepon selular atau ponsel yang sering dialami warga.
Polisi kesulitan untuk mendapatkan pengakuan tersangka, sehingga kemudian melakukan tindakan mengerikan itu.
Ular mengerikan itu kemudian direngkuh polisi.
Kepalanya didekatkan ke mulut pelaku dengan tujuan meneror dia agar segera mengaku.
Dalam video mengerikan itu, tersangka kejahatan menjerit-jerit saking takutnya.
Dia berteriak minta tolong dan minta ampun.
Sementara, terdengar suara diduga oknum petugas yang tertawa sangat keras menyaksikan korban yang setengah mati ketakutan itu.








Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done