BREAKING NEWS Pilot Batik Air Pingsan Dalam Penerbangan Jakarta Kupang - PanduanMu

BREAKING NEWS Pilot Batik Air Pingsan Dalam Penerbangan Jakarta Kupang

  1. BREAKING NEWS Pilot Batik Air Pingsan Dalam Penerbangan Jakarta Kupang 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pilot maskapai penerbangan Batik Air pingsan dalam penerbangan Jakarta Kupang.
Meski demikian, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional El Tari Kupang, sekitar pukul 15.00 Wita.
Informasi dari salah satu penumpang ke wartawan menyebutkan, penerbangan dari Jakarta berlangsung lancar, para penumpang tidak mengetahui sesuatu yang terjadi di cokpit. 
Hingga saat mendarat di Bandara El Tari baru diketahui bahwa sang Kapten Pilot pingsan dalam penerbangan tersebut.
Sesaat setelah pesawat parkir, para kru darat dan petugas medis langsung mengevakuasi sang pilot dengan cara ditandu ditandu dari kopit untuk dilarikan ke rumah sakit
Hingga berita ini diturunkan, wartawan Pos Kupang masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak maskapai.
GM Lion Air Bantah Pilot Batik Air Pingsan Karena Sakit Jantung,Hanya Pusing Berat,Ini Penjelasannya
General Manager Lion Air Kupang Rinus Zebua membantah Pilot berinisial DH yang menerbangkan pesawat Batik ID6548 Jakarta - Kupang pingsan kerena sakit jantung.
Hal itu dikatakan Rinus kepada POS-KUPANG.COM usai memantau kru pesawat dan penumpang di Bandara El Tari Kupang pasca evakuasi pilot tersebut, Minggu (17/11/2019).
Rinus katakan, si pilot mengalami gangguan kesehatan tapi masih dalam keadaan sadar, tidak pingsan.
"Dia dalam keadaan sadar sejak dalam penerbangan, ketika mendarat di Kupang , juga hingga tiba di RS, dan sampai saat ini, pilot tetap dalam keadaan sadar," tegas Rinus.
Rinus jelaskan, informasi bahwa pilot Batik Air mengalami gangguan kesehatan diterima pihaknya saat pesawat tersebut mendarat di Bandara El Tari Kupang.
"Kami terima laporan bahwa pilotnya sakit atau alami gangguan kesehatan. Sampai saat ini kita belum mengetahui secara pasti pilot mengalami gangguan kesehatan apa, makanya dia dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, yakni di Siloam," kata Rinus.
Menurutnya, ia sudah mengecek langsung kondisi kru dan pesawat tersebut di Bandara El Tari Kupang. Selain itu para penumpang dari Jakarta-Kupang juga dalam kondisi baik-baik saja.
Dikatakannya, saat ini pihaknya akan mendatangkan pesawat tanpa muatan dari Surabaya untuk mengangkut penumpang dari Kupang ke Jakarta.
Rinus katakan, benar si pilot mengalami sakit atau gangguan kesehatan namun masih dalam kondisi sadar, tidak pingsan.
"Saat ini pihak Rumah Sakit Siloam masih melakukan pemeriksaan, nanti baru diketahui hasilnya seperti apa," ujarnya.
Posisi pesawat Batik Air yang melintang di ujung landasan pacu Bandara El Tari Kupang yang diabadikan penumpang (ist)
Sementara itu, Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, layanan penerbangan bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, operasionalnya sudah dijalankan sesuai prosedur (SOP).
"Penerbangan ID-6548 sudah dipersiapkan dengan baik. Batik Air membawa tujuh kru dan 148 tamu. Sebelum diberangkatkan, pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF sudah melalui pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru menjalani pemeriksaan kesehatan, dinyatakan laik terbang (airworthy for flight)," katanya.
Dikatakannya, Batik Air mengudara 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari pukul 12.40 WITA.
Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas.
Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot mendapatkan pertolongan pertama.
Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual.
Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) sudah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat mendarat di Bandar Udara El Tari pada 12.46 WITA.
Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.
"Batik Air menyampaikan terima kasih kepada kru pesawat dan seluruh pihak yang sudah membantu penanganan penerbangan ID-6548," jelasnya.
Menurutnya Batik Air sudah menerbangkan pesawat pengganti dari Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) ke Kupang.
Lanjutnya Batik Air meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Batik Air yang lain tidak terganggu.*
* Instruktur Pingsan Saat Latihan, Siswa Pilot di Australia Ini Dipandu Petugas ATC Daratkan Pesawat

TRIBUNPALU.COM - Seorang siswa pilot di Australia harus menghadapi momen-momen mendebarkan saat menjalani latihan terbang.
Ia harus mengendalikan pesawat latihan dan mendaratkannya sendiri di Jandakot, Perth bagian selatan, Australia.
Sebab, instruktur yang mendampinginya pingsan.
Trainee pilot tersebut bernama Max Sylvester.
Dikutip TribunPalu.com dari laman 9news.com.au dan Daily Mail, saat itu Max baru tiga kali menjalani latihan terbang dan pertama kali menerbangkan tipe pesawat ini.
Max Sylvester baru memiliki dua jam terbang ketika sang instruktur, Robert Mollard pingsan saat sesi latihan.
Max juga belum pernah menerbangkan pesawat sendirian tanpa pelatih.
Untungnya, Max mendapat panduan dari petugas Air Traffic Control (ATC) Jandakot Airport saat menerbangkan dan mendaratkan pesawat latihannya.
Awalnya, saat sang instruktur mulai kehilangan kesadaran, Max berusaha untuk membangunkannya.
Saat itu, Max baru berlatih selama 50 menit dan sang instruktur mulai lemas dan terkulai ke pundak Max.
"Ia terkulai di pundak saya, saya mencoba untuk menegakkan badannya tapi ia terus merosot," kata Max menjelaskan kondisi sang instruktur saat pingsan.
Ketika usahanya tak berhasil, Max membuat panggilan darurat kepada pihak ATC.
Pesawat yang dipiloti Max Sylvester berhasil mendarat dengan selamat di Jandakot Airport, Perth, Australia pada Sabtu (31/8/2019) lalu. Instruktur yang mendampingi Max saat itu pingsan. (9news.com.au)
Dalam rekaman, terungkap bahwa petugas ATC berbicara dengan Max dan memberikan panduan, tahap demi tahap, sampai Max dapat mendarat dengan selamat di Jandakot Airport pada Sabtu (31/8/2019) pukul 6 sore waktu setempat.
"Perhatikan kecepatanmu saja dan jangan sampai melebihi bagian merah, jagalah keseimbangan sayap dan hidung pesawat tetap dalam posisi yang pas dan sejajar dengan cakrawala," kata petugas ATC.
"Oke, mengerti," jawab Max.
Petugas ATC mengarahkan Max untuk mengitari bandara terlebih dahulu supaya Max mengenali landasan pacunya.
Ketika mulai mendarat, petugas ATC menginstruksikan Max untuk melakukan pergerakan pelan sehingga ia dapat mendarat dengan selamat.
Hebatnya lagi, petugas ATC juga cukup sabar dan selalu memberikan kata-kata motivasi saat memberikan panduan kepada Max.
"Turunkan hidung pesawat lagi, lagi... Matikan mesin. Naikkan hidung dengan pelan-pelan. Tahan. Tahan. Tahan di sana. Sempurna!" kata petugas ATC.
"Pelan-pelan mulailah mengerem sekarang. Dan kamu sudah turun di tanah. Kamu berhasil melakukannya dengan baik, Sobat!" sang petugas ATC juga memberikan dukungan.
Istri dan tiga anak Max Sylvester dengan cemas menonton Max mendaratkan pesawat ringan tersebut.
Max juga berterimakasih kepada petugas ATC karena telah membantunya dalam momen-momen mendebarkan ini.
"Saya ingin bertemu dengannya (petugas ATC, red.) dan minum kopi bareng, atau mungkin melakukan hal yang lain, tentunya," kata Max kepada wartawan, Senin (2/9/2019).
Dirinya juga mengungkapkan bahwa proses belajarnya sangat berpengaruh pada proses pendaratannya ini.
Max mengatakan kemungkinan ia tidak akan selamat apabila tidak belajar.
Sementara itu, sang instruktur Robert Mollard dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang serius namun stabil.
Kemungkinan besar, Robert mengalami seizure (epilepsi).
Di sisi lain, Max Sylvester tidak mengalami cedera apa pun.
Simak video Max Sylvester dipandu petugas ATC untuk mendaratkan pesawat saat sang instruktur pingsan: 
(TribunPalu.com/Rizki A.)
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama





Hei Sob Share Artikel Ini Ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini

Terima Kasih Sudah Meluangkan Waktu Untuk Berkomentar Keren di Panduanmu.com ❤

Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done